Minggu, 14 Agustus 2016

Temu Ilmiah Geriatri (TIG) 2016 – Jakarta

Temu Ilmiah Geriatri (TIG) 2016

Temu Ilmiah Geriatri (TIG) 2016 yg mengambil tema “Tips mudah Menangani problem Kesehatan Pasien Geriatri” akan mengangkat berbagai problem kesehatan yang acapkali ditemui di usia lanjut. Tidak hanya berfokus di penanganan dilema medik semata, tetapi jua mengenai berbagai hal yang terkait mirip dukungan nutrisi, duduk perkara kognitif dan  rehabilitasi buat menyampaikan bekal bagi para klinisi dengan ilmu simpel yang sangat berguna serta aplikatif pada rangka menghadapi ledakan pasien usia lanjut yang akan segera terjadi di Indonesia.
baca juga : Job fair Jakarta
Kami mengundang partisipasi sejawat pada Temu Ilmiah Geriatri kali ini, buat beserta-sama membuatkan, memperkaya wawasan dan  pemahaman terkait pelayanan kesehatan bagi usia lanjut pada Indonesia.

Acara program:

    Workshop
    Kuliah umum
    Temu pakar
    Simposium Satelit
    Presentasi Poster

tanggal: 1 – dua Oktober 2016

kawasan: Hotel Le Grandeur, Mangga 2 – Jakarta

Harga tiket masuk:

    Sebelum 1 Sepetember
        Dokter awam : Rp. 800.000
        Dokter Spesiais : Rp. 1.100.000
    sesudah 1 Sepetember
        Dokter awam : Rp. 1.000.000
        Dokter Spesiais : Rp. 1.300.000
    On the Spot
        Dokter awam : Rp. 1.200.000
        Dokter Spesiais : Rp. 1.500.000
·   0

Senin, 01 Agustus 2016

Medina Susani Daivina Zein Hijabers Muda Sukses Dengan Omzet Milyaran

Jakarta. Hijaber Muda yang sukses meraup miliaran adalah Medina Susani Daivina Zein, dia merupakan bukti nyata bahwa wanita berhijab bisa suskses di usia yang masih muda. Medina sukses besar dengan produk "skin care" yang diberi nama "Lazeta", mempunyai banyak reseller serta distributor di seluruh Indonesia bahkan sampai luar negeri, mempunyai tiga klinik kecantikan di wilayah Bandung, dia juga mengembangkan bisnisnya ke bidang travel dan fashion. 

Keuntungan dari penjualan produk perawatan kulit dan kliniknya dia mampu meraup omzet hingga miliaran rupiah per bulannya. Pencapaian menjadi miliuner wanita muda like now, tentu saja tak diperoleh dengan mudah. Wanita cantik 24 tahun itu pernah mengalami down-up saat mencoba merintis bisnis kecantikannya kurang lebih selama 4 tahun. 

"Jelas ada suka-duka, menjaga suatu bisnis agar tetap eksis itu sangat sulit. Pernah ada kejadian saat gue down dan berpikir harus berhenti saja karena sudah stress sekali tapi aku gak patah semangat. Alhamdulillah sekarang gue mampu mewujudkan apa yang gue impikan," jelas Medina.

Medina Susani Daivina Zein
Medina dengan senang hari men-share suka-duka saat merintis usaha dari awal sampai mencapai kesuksesan yang diraih saat ini. (Sumber: Wolipop, Cilandak, Jaksel).

Mengurus Anak
Medina merupakan wanita memberanikan diri untuk menikah muda saat umurnya masih 19 tahun. Saat itu dia masih kuliah di Jurusan Kebidanan STIKES Budhi Luhur, Bandung. Setelah lulus kuliah Medina melahirkan anak pertamanya pada tahun 2012. Bertepatan dengan moment itu, wanita yang lahir 23 Mei 1992 itu memantapkan hati untuk mengikuti kursus singkat tentang estetika selama beberapa bulan dan setelah itu meluncurkan produk "skin care".

Anak sulung dari dua bersaudara itu menjelaskan bahwa anak menjadi tantangan terbesar ketika dia baru memulai usaha tersebut. Ditambah faktor keuangan keluarga yang masih belum normal. 

"Anak gue ditinggalin sebenarnya pada awalnya sangat berat, tetapi Alhamdulillah anak geu dekat dengan neneknya tidak pembantu (Baby Sister). Sehingga, gue bisa fokus merintis usaha ini. Gue berpikir kalau gue hanya jadi ibu rumah tangga saja tidak munkin mampu seperti sekarang," papar Madina.

Plagiator Merajalela
Kesedihan lainnya yang dirasakan Medina ketika awal-awal membuka bisnisnya adalah banyaknya plagiator yang meniru produknya. Tidak sedikit produk dari plagiator itu memakai labelnya sehingga banyak pembeli yang percaya. Bahkan para plagiator juga meniru inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh Medina, tentu saja ibu satu anak itu merasa kesal..

Ditipu 
Ditipu merupakan duka yang sangat sering terjadi pada awal-awal merintis usaha kecantikan. Tidak hanya ditipu oleh konsumen tetapi juga dari karyawan sendiri. Medina pernah ditipu hingga puluhan juta rupiah.

"Experience is the best teacher" ungkapan yang tepat agar tidak terjadi lagi kegagalan seperti ditipu oleh pihak-pihak yang ingin berbuat jahat. Medina memperbaiki sistem dan menejemen di perusahaannya. Semua uang yang masuk dan keluar dipantau dengan sangat ketat dengan memperkerjakan manager dan orang-orang yang sangat terpercaya di perusahaannya.

Jadi Motivator
Saat ini Medina tinggal menikmati hasil jerih payahnya selama ini. Bahkan, dia sangat senang karena dilain kesempatan dia diminta untuk menjadi narasumber atau motivator sebagai pengusaha muda sukses.

"Gue senang sekali di usia yang sangat muda ini sering diminta menjadi motivator. Biasanya gue ngajarin bagaimana membangun dan mempertahankan bisnis. Walaupun gue padahal merasa tidak pantas hehe," tambahnya.
·   0